–Alkohol (anggur, bir, dan minuman keras lainnya)
–Lemak jenuh berlebih (daging berlemak, mentega, produk susu full-fat)
Minuman Manis: “Kematian Cair”
Dr. London menyebut minuman manis sebagai “kalori kosong” – sumber energi yang tidak memberikan rasa kenyang, namun langsung membebani metabolisme tubuh. Ia bahkan menggunakan istilah dramatis “kematian cair” (liquid death) untuk menggambarkan bahaya kelompok minuman ini.
“Jangan minum lagi. Akhir. Itu saja,” tegasnya dalam wawancara dengan program Today. Menurutnya, mengonsumsi kalori dalam bentuk gula cair tanpa disadari adalah kesalahan pola makan paling serius di era modern.
Dukungan juga datang dari Dr. William Li dalam podcast Zoe Science and Nutrition: “Bukti klinis menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan yang tinggi terkait dengan segala hal, mulai dari penyakit metabolik, penyakit kardiovaskular, hingga peningkatan risiko kanker.”
Alkohol dan Daging Olahan: Karsinogen Kelas Satu
Untuk alkohol dan daging olahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan keduanya sebagai karsinogen Grup 1 – kategori dengan bukti paling meyakinkan bahwa zat tersebut menyebabkan kanker pada manusia, setara dengan bahaya rokok.


