Data BI mencatat cadangan devisa pada April 2026 tercatat USD146,2 miliar.
Angka ini turun dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar USD148,2 miliar.
Cadangan Devisa Masih Adekuat untuk Jaga Ketahanan
Meski mengalami penurunan, Rully menilai level cadangan devisa saat ini masih cukup memadai.
“Selain itu masih dapat mendukung potensi aliran masuk modal asing dalam jangka pendek,” tambahnya.
Cadangan devisa tidak hanya berfungsi untuk stabilisasi nilai tukar.
Instrumen ini juga digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan menjaga likuiditas eksternal.
Pasar Tetap Waspada Risiko Jangka Panjang
Di tengah dinamika saat ini, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati.
“Pasar tetap berhati-hati terhadap risiko jangka panjang di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga global,” ujar Rully.

