KITAINDONESIASATU.COM – Situasi di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, memanas. Satu Ketua RW bersama enam Ketua RT di wilayah RW 06 kompak mengundurkan diri secara massal sebagai bentuk protes keras terhadap Pemerintah Kota Depok yang dinilai tak serius menangani dampak buruk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Aksi mengejutkan ini dipicu kekecewaan mendalam para pengurus lingkungan yang merasa keluhan warga selama bertahun-tahun terkait banjir, longsoran sampah, hingga kerusakan infrastruktur terus diabaikan tanpa solusi nyata.
“Kami dari pengurus lingkungan menyatakan mundur dari jabatan Ketua RT dan Ketua RW. Kami kecewa kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok karena aduan soal dampak sampah TPA Cipayung seperti dicueki,” tegas para pengurus secara kolektif, Minggu (10/5).
Kondisi di Kampung Bulak Barat kini disebut sudah memasuki tahap darurat lingkungan. Kawasan yang berbatasan langsung dengan TPA Cipayung itu kerap terendam banjir setinggi satu hingga dua meter.
Tak hanya itu, longsoran gunungan sampah dari TPA disebut makin mengerikan karena mulai menimbun akses jalan hingga masuk ke area permukiman warga.
“Tiap hari sampah TPA longsor dan menimbun kampung. Kami sudah sulit beraktivitas karena jalan dan permukiman tertutup sampah serta air hitam pekat,” ujar salah satu Ketua RT yang ikut mundur dari jabatannya.
Warga sebelumnya sempat mendatangi kediaman Wali Kota Depok, Supian Suri, di kawasan Cilodong pada Jumat (8/5). Dalam audiensi tersebut, warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan penghubung menuju Kelurahan Pasir Putih yang lumpuh hampir dua tahun akibat longsoran sampah dan luapan Kali Pesanggrahan.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Depok disebut hanya menyampaikan permohonan maaf dan memaparkan rencana kerja sama antar-daerah sebagai solusi jangka panjang penanganan persoalan sampah. (*)

