KITAINDONESIASATU.COM – Tim gabungan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah berhasil mencetak kemajuan penting dalam pengusutan kasus penyerangan brutal terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Seorang pria berinisial S alias A berhasil diringkus setelah diduga terlibat dalam aksi yang menewaskan seorang polisi saat penggerebekan bandar sabu.
Kapolda Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut tersangka berhasil diamankan oleh tim gabungan yang masih melakukan operasi intensif di wilayah Kabupaten Katingan.
“Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku,” ujar Iwan, Jumat (3/7).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, S alias A ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat persembunyiannya setelah menjadi buronan aparat kepolisian.
Pria itu sebelumnya masuk dalam daftar pencarian setelah diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan ketika polisi melakukan operasi penggerebekan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7).
Saat proses penangkapan berlangsung, S alias A diketahui sedang bersama istrinya. Aparat menyebut pelaku bersikap kooperatif dan menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan, sehingga proses pengamanan berjalan lancar.
Kini, tersangka telah dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran dan keterlibatannya dalam penyerangan yang mengguncang tersebut.
Meski satu terduga pelaku sudah berhasil diamankan, polisi memastikan operasi belum berakhir. Tim gabungan masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga ikut ambil bagian dalam aksi penyerangan terhadap aparat penegak hukum itu.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegas Kapolda.
Kasus ini menjadi perhatian serius Polda Kalimantan Tengah setelah gugurnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan. (*)

