KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Semeru kembali mengamuk. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Lumajang–Malang ini meletus dahsyat pada Senin (30/3) malam, menyemburkan abu vulkanik setinggi 600 meter dan membuat situasi kian mencekam.
Petugas Pos Pengamatan, Yadi Yuliandi, mengungkapkan letusan terjadi sekitar pukul 21.06 WIB dengan kolom abu tebal menjulang hingga 4.276 mdpl. Abu berwarna kelabu pekat terlihat mengarah ke selatan, menandakan aktivitas vulkanik yang masih sangat intens.
Yang bikin waspada, erupsi ini bukan sekali dua kali. Sepanjang hari, Gunung Semeru tercatat sudah meletus hingga 10 kali. Bahkan, saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.
Data seismograf pun menunjukkan getaran cukup kuat dengan amplitudo mencapai 22 mm dan durasi lebih dari dua menit—indikasi tekanan magma yang masih tinggi di dalam perut bumi.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga). Artinya, bahaya bisa datang kapan saja. Warga diminta menjauhi zona merah, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Tak hanya itu, area dalam radius 5 km dari kawah juga dinyatakan sangat berbahaya karena berpotensi terkena lontaran batu pijar. Bahkan, ancaman awan panas dan lahar bisa meluas hingga 17 km mengikuti aliran sungai.
Petugas mengingatkan, potensi bahaya tidak hanya dari abu, tetapi juga dari guguran lava dan banjir lahar yang bisa mengalir melalui sungai-sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga Besuk Sat. (*)

