KITAINDONESIASATU.COM – Tumpukan sampah menggunung di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Cipinang, bikin geger. Pemerintah Kota Jakarta Timur langsung tancap gas dengan mengerahkan hingga 15 truk raksasa setiap hari demi mengatasi krisis sampah yang viral di media sosial.
Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Julius Monangta, memastikan penanganan dilakukan secara besar-besaran dengan target tuntas hanya dalam waktu sepekan. Armada yang diturunkan pun bukan kaleng-kaleng—truk berkapasitas hingga 10 ton dikerahkan agar proses pengangkutan berjalan lebih cepat dan efisien.
Langkah darurat ini diambil setelah penumpukan sampah sempat tak terkendali akibat terganggunya pengiriman ke TPST Bantargebang. Dampaknya, depo dan pelabuhan bak (pelbak) di kawasan tersebut sempat ‘lumpuh’ oleh lonjakan volume sampah.
Namun kini, situasi mulai dikendalikan. Pengangkutan kembali normal dan difokuskan pada percepatan pembersihan di titik-titik penumpukan yang sempat viral.
Meski sempat kacau di depo, pemerintah memastikan kondisi di permukiman warga tetap aman. Sampah rumah tangga disebut masih terangkut setiap hari tanpa ada penumpukan di lingkungan warga.
Di balik itu, fakta di lapangan sempat bikin kaget. Antrean gerobak sampah mengular panjang di TPS Cipinang—pemandangan tak biasa yang dipicu longsor di Bantargebang beberapa waktu lalu.
Video antrean panjang gerobak sampah yang viral pun memperlihatkan betapa parahnya kondisi saat itu—bahkan jalur sepeda di BKT dipenuhi gerobak. Alat berat pun terpaksa diturunkan untuk mempercepat pemindahan sampah ke dalam truk. (*)

