KITAINDONESIASATU.COM – Setelah dua tahun menanti kepastian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya memastikan para siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan aman meski gedung sekolah mereka roboh sejak 2024.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan hak pendidikan para siswa terganggu selama proses pembangunan kembali sekolah berlangsung.
Menurut Marulina, Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai langkah agar seluruh peserta didik tetap memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif hingga gedung sekolah selesai dibangun. Ia juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang terus mengawal persoalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Pemprov DKI memastikan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan terus dikawal sesuai tahapan yang telah disusun. Pemerintah berkomitmen mempercepat proses tersebut sekaligus menjamin kualitas layanan pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo telah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menangani persoalan sekolah yang roboh tersebut. Pernyataan itu menjadi angin segar bagi ratusan siswa dan orang tua yang selama ini menunggu kepastian pembangunan kembali gedung sekolah.
Diketahui, sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ambruk pada November 2024. Hasil pemeriksaan teknis dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan menyatakan bangunan mengalami kerusakan berat, sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar.
Demi menghindari risiko yang lebih besar, sejak 27 November 2024 seluruh area sekolah dikosongkan dan diamankan guna melindungi keselamatan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Tak lama berselang, mulai 28 November 2024, sebanyak 270 siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada tepat di sebelah lokasi sekolah lama. Untuk mengakomodasi seluruh peserta didik, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem dua sif, sehingga proses pendidikan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan fasilitas.
Kini, perhatian publik tertuju pada realisasi pembangunan kembali sekolah tersebut. Masyarakat berharap janji percepatan dari Pemprov DKI segera terwujud agar ratusan siswa bisa kembali belajar di gedung sekolah yang aman, nyaman, dan layak. (*)





