KITAINDONESIASATU.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahannya dan merosot hingga menyentuh level 5.100-an pada penutupan perdagangan Kamis 29 Oktober 2026. Tekanan jual yang hebat dari investor asing serta ketidakpastian pasar global menjadi faktor utama yang mendorong penurunan indeks secara signifikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi tajam sejak awal sesi perdagangan dan tak mampu bangkit hingga bel penutupan. Hampir seluruh sektor saham Parkir di zona merah, dengan penurunan terdalam dipimpin oleh sektor keuangan dan pertambangan.
Penurunan ini sejalan dengan melemahnya mayoritas bursa saham kawasan Asia yang terimbas sentimen negatif pasar global.
Para analis menilai, pelemahan IHSG dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Aksi pelepasan aset berisiko oleh investor asing secara masif turut memperberat langkah IHSG untuk bertahan di level psikologis sebelumnya.
Meskipun demikian, para analis mengimbau para investor domestik untuk tetap tenang dan tidak panik. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati saham-saham berfundamental kuat yang harganya kini relatif murah sebagai peluang investasi jangka panjang.(*)




