Berita UtamaOpini Kita

Mengungkap Keunikan Kesultanan Selacau di Tatar Parahyangan

×

Mengungkap Keunikan Kesultanan Selacau di Tatar Parahyangan

Sebarkan artikel ini
kesultanan selacau
Peta Kesultanan Selacau (Ist)

Menurutnya, kesultananan Selacau didirikan Kanjeng Gusti Prabu Surawisesa Raja Padjajaran putra dari Prabu Siliwangi.

Kesultanana pada waktu itu dipimpin Sultan Patrakusumah 1549 sampai dengan 1589. Kesultanan ini berdiri pada saat terjadi prahara di Kerajaan Padjadjaran.

Kanjeng Gusti Prabu Surawisesa harus mendirikan Kesultanan untuk menjaga kelestarian nilai nilai luhur Padjadjaran Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh.

Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu, merupakan kesultanan di Tatar Sunda yang tidak terganggu oleh kekuatan Mataram. Pasalnya, kesultanan ini berada di wilayah pardikan atau wilayah yang disucikan (keagamaan) Syeh Abdul Muhyi dimasa transisi Selacau.

Syeh Abdul Muhyi menjabat sebagai majelis tinggi di masa sultan terakhir yaitu syeh Abdul Wahid Natakusumah yang bergelar Rajapapimpin. Agar tidak diserang Mataram, akhirnya Syeh Abdul Muhyi (1600M-1614M) sebagai ketua ajelis/penasehat pejabat sultan terakhir secara resmi menyatakan bahwa kesultanan Selacau sebagai wilayah keagamaan.

Masa pemerintah Selacau, lanjut Rohidin ada tiga fase, yakni, fase Rahadian Patra bergelar Sultan Patrakusumah Sayidin PanatagamaSurawijaya (periode 1549-1589).

Setelah Sultan Patrakusumah wafat dijabat Patih Dipamanggala selama 20 tahun (fase kedua). Kemudian, pemerintahan Selacau dipegang Kutamaya. Kutamaya meninggal karena dibunuh oleh pihak Sumedang di Darmaraja.

Setelah Dipamanggala wafat dilanjutkan oleh Syeh Abdul Wahid Natakusumah (614M). Selanjutnya, selanjutnya Syeh Abdul Muhyi (1600M-1614M).

Hasil penelusuran, demikian Rohidin, Selacau berdiri 1548-1589 dijabat Sultan Patrakusumah (1589-1599). Patih Dipamanggala (1589-1614). Dilanjutkan oleh Syeh Abdul Wahid Natakusumah.

Setelah itu, tidak ada pemerintahan dan Selacau menjadi daerah khusus keagamaan dan kekuasaan pemerintahan di bawah Sukapura, dipusatkan di Selacau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *