Berita UtamaNews

Flexing Anak Kapolda Kalsel Tuai Kritik, DPR Soroti Gaya Hidup Mewah Pejabat

×

Flexing Anak Kapolda Kalsel Tuai Kritik, DPR Soroti Gaya Hidup Mewah Pejabat

Sebarkan artikel ini
FotoJet 13
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. (Foto: dpr.go.id)

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyoroti aksi Ghazyendha Aditya Pratama, anak Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Polisi Rosyanto Yudha Hermawa, yang kerap memamerkan gaya hidup mewah di media sosial.

Ia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan teguran keras kepada Kapolda Kalsel atas tindakan anaknya tersebut.

Fenomena ini menjadi perbincangan luas setelah foto-foto perayaan ulang tahun Irjen Rosyanto diunggah oleh Ghazyendha di akun media sosialnya.

Acara yang terlihat mewah itu langsung menuai kritik dan hujatan dari warganet. Sorotan pun semakin tajam ketika gaya hidup Ghazyendha yang sering memamerkan kemewahan, seperti menaiki jet pribadi, mengenakan barang-barang mahal, dan berbelanja hingga miliaran rupiah, terungkap.

“Anak pejabat polisi tidak seharusnya memamerkan kemewahan. Itu tindakan yang tidak pantas dan memalukan,” ujar Abdullah, seperti ditulis Parlementaria pada Minggu (2/3/2025).

Abdullah, yang akrab disapa Gus Abduh, menegaskan bahwa pejabat polisi seharusnya dapat mengarahkan keluarganya untuk menjalani gaya hidup sederhana.

Menurutnya, keluarga pejabat negara tidak boleh memamerkan kekayaan secara berlebihan di hadapan publik.

Sebagai legislator dari Dapil Jawa Tengah VI, ia menekankan bahwa pejabat dan keluarganya seharusnya mencerminkan kesederhanaan, terutama karena mereka digaji oleh rakyat.

“Terlebih di saat negara sedang melakukan efisiensi anggaran, sangat tidak etis jika keluarga pejabat kepolisian justru mempertontonkan kemewahan,” tegasnya.

Gus Abduh juga memahami kemarahan publik yang mempertanyakan sumber kekayaan anak Kapolda tersebut.

“Masyarakat wajar bertanya-tanya, dari mana harta itu berasal? Berapa sebenarnya gaji seorang pejabat kepolisian hingga anaknya bisa memiliki begitu banyak uang?” katanya.

Jika anak Kapolda tersebut memang memiliki perusahaan tambang, lanjutnya, wajar muncul dugaan mengenai bagaimana seorang anak muda bisa memperoleh dan mengelola bisnis sebesar itu.

Hal ini berpotensi menimbulkan spekulasi serta pandangan negatif terhadap institusi kepolisian.

“Pada akhirnya, yang terkena dampak adalah sang ayah yang menjadi sasaran kritik dan kemarahan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu, Gus Abduh meminta Kapolri segera memberikan teguran keras kepada Kapolda Kalsel sebagai bentuk peringatan bagi pejabat polisi lainnya agar tidak ikut-ikutan memamerkan kemewahan. “Perilaku seperti ini hanya akan merusak citra kepolisian di mata masyarakat,” pungkasnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *