Meskipun begitu, keberadaan perempuan menjadi penting karena berkaitan dengan rumah serta menjaga adat istiadat yang berkaitan dengan keperempuanan.
Peran perempuan Kampung Naga yang tergambar jelas adalah dalam ranah domestik, seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci, dan pekerjaan-pekerjaan domestik lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber juga menjelaskan bahwa di Kampung Naga ini perempuan memang hanya berdiam di rumah dan menjadi ibu rumah tangga sepenuh waktu.
Dalam berpakaian perempuan yang sudah lanjut usia masih menggunakan kebaya dan samping sebagai pakaian sehari-harinya, sedangkan perempuan paruh baya dan perempuan muda lainnya menggunakan pakaian yang sama seperti perempuan di luar kampung adat.

Dalam ritual pertanian, khususnya dalam menanam dan merawat padi, masyarakat Kampung Naga menganggap padi seperti perempuan, sejak padi ditanam hingga panen, ritual doa menjadi tradisi yang tidak dapat dilewatkan agar hasil panen dapat melimpah.
Meskipun dalam beberapa ritual perempuan tidak diikutsertakan, tetapi peran perempuan di Kampung Naga menjadi penting karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa perempuan erat kaitannya dengan rumah dan penjagaan tradisi yang ada di kampung adat.
Dalam upacara hajat sasih, memperlihatkan bahwa laki-laki sebagai kepala dan pemimpin keluarga dan pencari nafkah, sedangkan perempuan yang mengelola dan memanfaatkan rezeki yang didapatkan oleh laki-laki.
Oleh: Tri Harunnisya
*Dikutip dari berbagai sumber

Terbaikss!!