Desa Kita

Kampung Naga: Peran Perempuan dalam Tradisi ‘Hajat Sasih’

×

Kampung Naga: Peran Perempuan dalam Tradisi ‘Hajat Sasih’

Sebarkan artikel ini
Kampung Naga Flickr.com
Kampung Naga (Flickr.com)
Prosesi ziarah dan pembersihan makam leluhur
Prosesi ziarah dan pembersihan makam leluhur

Acara inti dari upacara hajat sasih adalah ziarah dan pembersihan makam leluhur. Tetapi sebelum itu ada beberapa tahapan pelaksanaan upacara lainnya, seperti para peserta khususnya laki-laki harus mandi dan membersihkan diri baik jasmani maupun rohani dari segala yang telah mengotori di sungai Ciwulan.

Kegiatan ini dimulai apabila telah terdengar bunyi kentongan atau kohkol yang berada di masjid kampung. Setelah itu mereka melaksanakan doa di masjid, dilanjutkan dengan membentuk barisan rapi dengan kuncen sebagai yang memimpin upacara adat lalu pergi menuju makam leluhur dengan membawa sapu lidi yang telah dipersiapkan.

Di masyarakat Kampung Naga, hanya laki-laki sajalah yang diperbolehkan menuju hutan larangan untuk melakukan ziarah dan pembersihan makam leluhur, sementara perempuan hanya berdiam di rumah dan menyiapkan tumpengan.

Setelah kembali dari hutan larangan, semua masyarakat baik laki-laki maupun perempuan berkumpul di halaman masjid untuk memberikan tumpengan dan berdoa, setelah berdoa tumpengan diserahkan kembali kepada perempuan.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Dilakukan Agar Kesehatan Mental Anda Terjaga Dengan Baik!

Peran Perempuan Kampung Naga

Perempuan Kampung Naga
Perempuan Kampung Naga

Peran perempuan dalam upacara hajat sasih hanya berdiam diri di rumah dan memasak untuk menyiapkan tumpengan. Narasumber juga menjelaskan bahwa perempuan tidak diperbolehkan untuk memasuki hutan larangan, bahkan untuk masuk ke Bumi Ageung juga hanya perempuan yang dituakan saja yang diperbolehkan masuk.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *