KITAINDONESIASATU.COM – Minyak ikan omega-3 kerap dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan mata. Namun, penggunaan suplemen ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan meningkatnya risiko fibrilasi atrium, yaitu gangguan irama jantung yang membuat detaknya menjadi tidak teratur.
Temuan penelitian terbaru memberikan gambaran lebih jelas mengenai hubungan antara konsumsi omega-3 dan risiko tersebut.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation: Arrhythmia and Electrophysiology, terbitan American Heart Association, menyoroti pentingnya memperhatikan dosis suplemen serta kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Dosis Omega-3 Berpengaruh terhadap Risiko Fibrilasi Atrium
Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari Boston University di Amerika Serikat dan Sichuan University di China. Mereka menggabungkan serta menganalisis data dari 35 uji klinis terkontrol secara acak yang melibatkan 114.592 peserta berusia 50 tahun ke atas.
Dalam penelitian yang dianalisis, peserta mengonsumsi minyak ikan dengan kandungan EPA dan DHA setidaknya 500 miligram per hari selama minimal 12 bulan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 dalam dosis lebih rendah tidak berkaitan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium. Temuan ini juga terlihat pada kelompok yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular tinggi.

