Sebaliknya, peningkatan risiko ditemukan dalam tingkat yang relatif kecil pada pasien dengan penyakit kardiovaskular lanjut yang menggunakan omega-3 dosis tinggi, yakni lebih dari 1.500 miligram per hari.
Sementara itu, penggunaan omega-3 di bawah 1.500 miligram per hari tidak menunjukkan peningkatan risiko fibrilasi atrium dalam analisis tersebut. Temuan ini dilaporkan oleh EurekAlert.
Para peneliti menekankan bahwa hubungan antara omega-3 dan gangguan irama jantung kemungkinan dipengaruhi oleh jumlah yang dikonsumsi serta kondisi kardiovaskular seseorang. Karena itu, efek suplemen tidak bisa disamaratakan pada setiap individu.
Kapsul Minyak Ikan 1.000 Mg Belum Tentu Mengandung 1.000 Mg Omega-3
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat memilih suplemen minyak ikan omega-3 adalah perbedaan antara berat minyak ikan dan jumlah asam lemak omega-3 di dalamnya.
Kapsul minyak ikan berlabel 1.000 miligram, misalnya, tidak otomatis mengandung 1.000 miligram EPA dan DHA. Pada produk standar, jumlah gabungan kedua asam lemak tersebut bisa berkisar 250–300 miligram per kapsul, meskipun kandungannya berbeda-beda bergantung pada produk.
EPA dan DHA merupakan dua jenis asam lemak omega-3 yang banyak diteliti karena perannya dalam mendukung kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, konsumen perlu memeriksa informasi komposisi pada label, bukan hanya melihat angka total minyak ikan.

