KITAINDONESIASATU.COM — Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencari pembiayaan sebesar Rp3,4 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) belum sepenuhnya diputuskan. Pemprov Jabar masih menghitung sejumlah kemungkinan sebelum menentukan apakah seluruh nilai pinjaman akan direalisasikan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan opsi yang sedang dibahas cukup beragam. Mulai dari mengambil pinjaman secara penuh, mengurangi nilai pembiayaan, hingga membatalkan rencana pinjaman sama sekali.
Perhitungan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah serta target pembangunan yang sudah ditetapkan. Pemprov tidak ingin keputusan pembiayaan justru berdampak terhadap pencapaian indikator makro Jawa Barat.
“Yang jelas jangan sampai mereduksi indikator makro, capaian indikator makro. Uang itu kan hanya alat, APBD salah satu di antaranya,” kata Herman, Senin 28 September 2026.
Menurut Herman, keputusan mengenai pinjaman Rp3,4 triliun Jabar baru akan ditentukan setelah berbagai aspek fiskal dan kebutuhan pembangunan dihitung. Pemprov juga masih menunggu hasil evaluasi pemerintah pusat.
“Pak Gubernur sudah menyampaikan kemungkinan-kemungkinan ke depan, bahkan sampai dengan kemungkinan apabila pinjaman itu tidak jadi. Kemungkinan kan harus dihitung semuanya,” ujarnya.
Infrastruktur Jadi Salah Satu Prioritas
Jika akhirnya direalisasikan, Herman menyebut sektor infrastruktur menjadi salah satu bidang yang diprioritaskan.





