KITAINDONESIASATU.COM – Tekanan terhadap mata uang Garuda kembali berlanjut. Pada perdagangan Jumat pagi (19/6), nilai tukar rupiah dibuka melemah cukup tajam dengan kehilangan 51 poin atau 0,29 persen, sehingga berada di level Rp17.845 per dolar AS.
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang masih berada di angka Rp17.794 per dolar AS. Pelemahan ini menandakan rupiah kembali berada di bawah tekanan di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Pergerakan rupiah yang kembali tergelincir pada awal perdagangan pun memicu kewaspadaan investor dan pelaku usaha, terutama karena nilai tukar menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan aktivitas perdagangan nasional. (*)



