Bisnis

Efek Negosiasi, Rupiah Menguat Saat Isu Damai Iran–Amerika Serikat

×

Efek Negosiasi, Rupiah Menguat Saat Isu Damai Iran–Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Rupiah menguat
Rupiah menguat.

KITAINDONESIASATU.COM – Pergerakan rupiah bikin kejutan di tengah ketegangan global. Pada Rabu (15/4) pagi, mata uang Garuda sukses menguat tipis ke level Rp17.123 per dolar AS, naik 4 poin dari posisi sebelumnya-sebuah sinyal positif yang langsung dikaitkan dengan dinamika panas geopolitik dunia.

Dari analisis pengamat bank, bahwa penguatan rupiah tak lepas dari munculnya harapan baru dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurutnya, ekspektasi adanya putaran kedua pembicaraan damai membuat harga minyak dunia mulai turun, sekaligus menekan indeks dolar AS—memberi ruang bagi rupiah untuk bernapas lega.

Bahkan, kabar terbaru menyebut Wakil Presiden AS, JD Vance berpeluang kembali memimpin delegasi dalam negosiasi lanjutan. Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan bahwa pertemuan berikutnya bisa digelar dalam waktu dekat di Pakistan.

Meski begitu, jalan menuju damai masih terjal. Perundingan sebelumnya di Islamabad belum membuahkan hasil, dan belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, angin segar juga datang dari meningkatnya minat investor terhadap obligasi pemerintah. Permintaan dalam lelang terakhir melonjak hingga 34 persen, mencapai Rp42 triliun, terutama dari tenor menengah. Hal ini mendorong penurunan yield obligasi hingga 20–30 basis poin.

Namun, di balik kabar baik tersebut, bayang-bayang beban bunga utang negara masih menghantui APBN. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *