KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mulai menyalurkan bantuan 100 ton kurma dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk umat Islam Indonesia. Bantuan raksasa itu sebelumnya diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, pada 11 Februari 2026. Kurma tersebut dipastikan akan dibagikan selama bulan suci Ramadan.
Kepala Biro Umum Kemenag, Aceng Abdul Azis, menjelaskan sebagian kurma — sekitar 10 ton — langsung didistribusikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Sisanya disalurkan melalui berbagai jalur agar menjangkau umat seluas-luasnya.
Untuk menghindari polemik dan memastikan tidak salah sasaran, Kemenag bahkan sudah menerbitkan edaran resmi Sekjen mengenai mekanisme pembagian kurma bantuan Arab Saudi tahun 2026. Tujuannya jelas: distribusi harus tertib, transparan, akuntabel, dan benar-benar sampai ke masyarakat.
Tak hanya melalui Kedubes, kurma juga mengalir lewat lembaga DPR dan DPD, kemudian diteruskan ke pesantren, masjid, musala, organisasi Islam hingga kalangan jurnalis. Banyak penerima nantinya juga ikut menyalurkan kembali kepada masyarakat sekitar.
“Harapannya seluruh 100 ton bisa sampai ke umat. Memang belum tentu mencukupi, tapi sebagai amanah, bantuan ini akan segera kami bagikan sesuai target,” ujar Aceng, dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Sebelumnya, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta juga meluncurkan Program Buka Puasa Bersama dan Hadiah Kurma Raja Salman yang berlangsung sepanjang Ramadan. Program ini digelar di banyak daerah Indonesia, tidak hanya di ibu kota.
Duta Besar Faisal menyebut program tersebut merupakan arahan langsung Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), bekerjasama dengan Kementerian Urusan Islam Arab Saudi.
Acara buka puasa dan pembagian kurma akan hadir di berbagai kota seperti Surabaya, Padang, Bogor, Kendari, hingga Makassar. Bahkan sejumlah kampus besar, termasuk Universitas Indonesia (Depok) dan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, juga masuk daftar lokasi kegiatan.
Ramadan kali ini pun dipastikan terasa lebih hangat — bukan hanya karena kebersamaan, tetapi juga karena manisnya kurma yang dibagikan untuk umat di seluruh penjuru negeri. (*)


