KITAINDONESIASATU.COM -Hari ini, Jumat, 4 Oktober 2024 Provinsi Banten genap berusia 24 tahun.
Puluhan tahun sudah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten berjalan sejak berpisah dari Jawa Barat pada 2000.
Akan tetapi, selama perjalanan 24 tahun, Provinsi Banten masih dinaungi banyak masalah, di antaranya soal kemiskinan dan pengangguran.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, pada Maret 2024 ada 791.610 warga tergolong miskin. Ditambah tiga tahun berturut-turut pengangguran di Provinsi Banten tertinggi tingkat nasional.
Pada 2022 mencapai 8,53 persen, 2023 di angka 7,97 persen, dan 2024 sampai 7,02 persen. Persoalan itu disorot Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB).
Angka tersebut di atas membuat Pj Gubernur Banten Al Muktabar naik pitam dan melayangkan surat protes ke BPS Pusat di Jakarta.
Sekretaris KMSB Amin Rohani prihatin dengan usia Provinsi Banten yang ke-24, masih dilanda kasus kemiskinan dan pengangguran.
“Tentu prihatin, Banten sudah puluhan tahun jadi provinsi, tapi masih banyak warga miskin dan jadi pengangguran,” ujarnya, kemarin.

