News

24 Tahun Provinsi Banten, Pengangguran dan Kemiskinan Masih Jadi Masalah

×

24 Tahun Provinsi Banten, Pengangguran dan Kemiskinan Masih Jadi Masalah

Sebarkan artikel ini
24 tahun banten
Provinsi Banten hari ini berusia 24 tahun (Ist)

Ia prihatin dengan kondisi Banten yang masih dihadapkan dengan dua masalah tersebut. 

“Kalau usianya sudah puluhan tahun harusnya kan sudah naik kesejahteraannya. Terlepas dengan nilai pendapatan daerah mencapai kurang lebih Rp 11 triliun, harusnya tidak banyak warga yang miskin,” ujarnya. 

Ia meminta, Pemerintah Provinsi Banten bertanggung jawab atas persoalan tersebut sekaligus berbenah diri.  Sehingga, Provinsi Banten bisa lepas dari masalah warga miskin dan pengangguran. 

“Di dalam undang-undang sudah jelas bahwa semua warga negara berhak untuk hidup sejahtera,” ucapnya. 

Mukhlis minta pertanggung jawaban pemerintah, karena menurut dia pemerintah menjadi kunci utama maju dan tidaknya suatu daerah. 

“Terlepas yang merencanakan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) merupakan pemerintah. Masyarakat hanya menjadi penerima manfaat atas program yang dijalankan,” tuturnya. 

Partisipasi Masyarakat

Sementara itu, Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Serang Bahrul Alam menilai soal kemiskinan tidak serta merta menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus disertai dengan partisipasi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *