Sepakbola

UEFA Batalkan Boikot FIFA, tapi Tetap Incar Kursi Infantino!

×

UEFA Batalkan Boikot FIFA, tapi Tetap Incar Kursi Infantino!

Sebarkan artikel ini
Gianni Infantino
FIFA bongkar dugaan permainan di balik perebutan kuasa sepak bola dunia.

KITAINDONESIASATU.COM – Konflik antara UEFA dan FIFA ternyata belum benar-benar berakhir. Meski ancaman boikot terhadap sejumlah kompetisi FIFA akhirnya ditarik, federasi sepak bola Eropa disebut masih menjalankan manuver untuk menggoyang posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Keputusan penghentian boikot tersebut rencananya akan dikonfirmasi dalam rapat Komite Eksekutif UEFA di Monako. Sikap ini muncul setelah UEFA mendapatkan jaminan bahwa FIFA Forward Enterprise (FFE) tidak akan kembali dihidupkan.

Rencana FFE sebelumnya menjadi sumber ketegangan karena sejumlah negara Eropa khawatir skema tersebut dapat membuka ruang bagi kepemilikan swasta dalam tata kelola sepak bola dunia.

Dengan ancaman boikot resmi dicabut, enam wakil Eropa dipastikan tetap ambil bagian dalam Piala Dunia Wanita U-20 FIFA di Polandia yang digelar pekan depan. Keenam negara tersebut adalah Inggris, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan Polandia.

Meski batal memboikot kompetisi FIFA, UEFA ternyata belum mengendurkan tekanan.

Federasi sepak bola Eropa dilaporkan tetap berambisi menemukan kandidat persatuan untuk menghadapi Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Batas waktu pengajuan nominasi kandidat ditetapkan pada 18 November.

Sampai saat ini belum ada satu nama yang resmi ditetapkan sebagai penantang Infantino. Namun, Presiden Concacaf, Victor Montagliani disebut menjadi salah satu kandidat yang paling serius dipertimbangkan.

UEFA disebut lebih memilih jalur pemilihan langsung ketimbang mendorong mosi tidak percaya terhadap Infantino. Opsi terakhir dinilai sulit diwujudkan karena membutuhkan dukungan tiga perempat dari anggota FIFA atau sekitar 159 suara.

Dalam pemilihan presiden, seorang kandidat membutuhkan sedikitnya 106 suara dari 211 asosiasi anggota FIFA untuk memenangkan pertarungan.

Persaingan pun diprediksi berlangsung ketat. Bahkan jika Infantino kembali terpilih, kuatnya oposisi dari blok Eropa diyakini dapat memberikan dampak serius terhadap legitimasi kepemimpinannya.

Legenda Sepak Bola Ikut Terbelah

Perseteruan di tingkat petinggi organisasi ternyata ikut merembet ke kalangan mantan pemain.

Media sosial menjadi arena pertarungan opini setelah sejumlah legenda sepak bola mulai menunjukkan sikap berbeda terkait kepemimpinan Infantino.

Kelompok yang mendesak adanya perubahan salah satunya dipelopori mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre, yang mengunggah seruan “Enough is Enough!”.

Seruan tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah nama besar, termasuk Lucy Bronze, Emmanuel Petit, dan David James.

Namun, kubu lain justru memberikan pembelaan terhadap Infantino.

Kelompok FIFA Legends yang diisi sejumlah mantan pemain ternama seperti Cafu, Christian Vieri, Pepe, dan Esteban Cambiasso secara terbuka menyatakan dukungan kepada Presiden FIFA tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *