KITAINDONESIASATU.COM – Dalam perjalanan spiritual menuju ketenangan jiwa, Syaikh Ibnu Ataillah as-Sakandari memberikan arahan mendalam melalui hikmah ke-47 dalam kitab monumental Al-Hikam. Beliau menegaskan:
“Cahaya itu mempunyai tentara, yaitu mata hati. Sedangkan kegelapan mempunyai tentara, yaitu hawa nafsu. Apabila Allah hendak menolong hamba-Nya, maka Dia membantunya dengan tentara cahaya dan memutus bantuan kegelapan serta kepalsuan.”
Hikmah ini mengajarkan bahwa medan pertempuran sejati manusia berada di dalam batinnya sendiri. Pertarungan antara ajakan kebaikan dan bisikan hawa nafsu selalu terjadi setiap saat. Ketika seseorang mengandalkan kekuatannya sendiri, ia kerap terjebak dalam kegelapan ego dan angan-angan semu.
Namun, saat hamba berserah diri dan memohon pertolongan Ilahi, Allah akan menerangi mata hatinya (basirah). Cahaya kebenaran tersebut menyingkap segala kebohongan duniawi, memadamkan dominasi nafsu, dan menuntun langkah menuju keikhlasan.
Hikmah ke-47 ini mengingatkan kita untuk senantiasa membersihkan batin agar menjadi tempat bersemayamnya cahaya petunjuk-Nya.(*)




