Pada babak kedua, Ronaldo kembali memperoleh dua kesempatan emas. Ia gagal memaksimalkan sundulan Joao Felix serta umpan silang ke tiang jauh yang sempat mengarah kepadanya. Ketajaman yang selama ini menjadi andalannya tak mampu membawa Portugal menyamakan kedudukan.
Ronaldo Kesulitan Memberikan Dampak
Di tengah minimnya peluang yang diciptakan Portugal, Ronaldo beberapa kali menunjukkan rasa frustrasi. Ia sempat meminta hadiah penalti setelah terjatuh di kotak terlarang, mengangkat tangan karena kesal atas umpan rekan setim yang kurang akurat, hingga terus memberi semangat kepada para pemain Portugal setelah timnya kebobolan di penghujung laga.
Berdasarkan data FotMob, Ronaldo hanya memperoleh nilai 6,4, menjadi yang terendah di antara seluruh pemain inti bersama Ruben Dias. Statistik tersebut memperlihatkan performa yang kurang efektif sepanjang turnamen.
Hingga babak 16 besar, Ronaldo tercatat melepaskan 17 tembakan tanpa sekali pun menciptakan peluang matang untuk rekan setimnya. Sejak data semacam itu mulai dicatat pada 1966, belum ada pemain lain yang mencatat jumlah tembakan sebanyak itu tanpa menghasilkan satu peluang gol.
Portugal Berjuang, Spanyol Lebih Efektif
Portugal sebenarnya mampu memberikan perlawanan kepada juara Eropa tersebut. Peluang terbaik mereka lahir melalui tendangan keras Nuno Mendes yang membentur pemain Spanyol sebelum menghantam mistar gawang. Sayangnya, Mendes kemudian mengalami cedera sehingga lini kiri Portugal kehilangan daya serang pada fase akhir pertandingan.






