KITAINDONESIASATU.COM – Real Madrid kembali menghadapi kenyataan pahit di Liga Champions dengan format baru.
Untuk musim kedua secara beruntun, Los Blancos gagal menembus delapan besar klasemen fase kualifikasi dan harus menjalani babak play-off, sebuah situasi yang semakin menjauhkan mereka dari status penguasa Eropa seperti di masa lalu.
Pada era format lama, Liga Champions identik dengan dominasi Real Madrid. Namun, sejak sistem baru diterapkan, tim raksasa Spanyol itu justru terlihat kesulitan beradaptasi.
Dalam dua musim terakhir, Madrid selalu gagal mengamankan posisi delapan besar, yang memberikan keuntungan besar berupa jeda panjang sebelum fase gugur.
Musim 2024/25 lalu, Real menutup fase kualifikasi di peringkat ke-11 dengan koleksi 15 poin dari lima kemenangan dan tiga kekalahan, serta selisih gol +8.
Pola yang hampir sama kembali terulang di musim 2025/26. Madrid kembali mengoleksi 15 poin, dengan rekor lima kemenangan dan tiga kekalahan, hanya berbeda tipis pada selisih gol (+9) dan posisi akhir di peringkat ke-9. Hasil akhirnya tetap sama: tiket play-off.

