Alih-alih menikmati jeda enam pekan untuk pemulihan dan evaluasi, mereka harus kembali bertarung lebih awal.
Situasi ini belum bisa disebut krisis, tetapi cukup menjadi peringatan serius. Kylian Mbappe secara terbuka mengakui bahwa timnya belum tampil pada level ideal.
Ia menilai kegagalan mengamankan posisi delapan besar bukanlah cerminan tim juara dan harus diterima sebagai konsekuensi performa mereka sendiri.
Rencana Real Madrid untuk memanfaatkan waktu luang setelah tersingkir dari Copa del Rey guna membangun ulang permainan di Valdebebas pun ikut terganggu.
Dua musim berturut-turut dengan skenario serupa, format baru Liga Champions masih menjadi teka-teki yang belum berhasil dipecahkan Real Madrid.***

