KITAINDONESIASATU.COM – Laga panas semifinal Liga Champions UEFA 2025/2026 langsung diwarnai kontroversi besar. Pelatih Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan amarahnya usai keputusan VAR membatalkan penalti untuk timnya saat Arsenal FC ditahan imbang Atletico Madrid 1-1 di Madrid, Kamis (30/4) dini hari WIB.
Arteta menilai keputusan tersebut sangat janggal dan berdampak besar pada jalannya pertandingan. Ia menegaskan, tidak ada kesalahan jelas dan nyata yang seharusnya menjadi dasar pembatalan penalti terhadap Eberechi Eze.
“Ini yang membuat saya sangat marah. Keputusan itu mengubah arah pertandingan,” ujarnya.
Bahkan, ia mempertanyakan bagaimana keputusan wasit bisa berubah setelah tayangan ulang dilihat berkali-kali.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, momen tersebut sangat penting mengingat perjuangan panjang Arsenal selama berbulan-bulan untuk mencapai fase semifinal.
Satu gol bisa mengubah segalanya, dan ini tidak boleh terjadi di level tertinggi,” sindirnya tajam.
Kontroversi terjadi pada menit ke-78 ketika Eze dijatuhkan di kotak penalti. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun secara mengejutkan membatalkannya setelah intervensi VAR-keputusan yang langsung memicu perdebatan panas.
Di sisi lain, pelatih Diego Simeone justru melihat situasi tersebut dari sudut pandang berbeda. Ia mengakui VAR bisa menjadi pedang bermata dua.
“Kadang VAR memberi, kadang juga mengambil. Penalti pertama menurut saya sah, tapi keputusan lainnya juga dipengaruhi VAR,” ujarnya.
Pertandingan sendiri berakhir imbang 1-1. Arsenal sempat unggul lewat gol penalti Viktor Gyokeres di menit ke-44, sebelum Atletico menyamakan kedudukan melalui Julian Alvarez pada menit ke-56.
Hasil ini membuat duel masih terbuka lebar jelang leg kedua di Emirates Stadium. (*)


