KITAINDONESIASATU.COM – Aksi salam pukul pemain Korea Utara terjadi jelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 2025 melawan Jepang.
Aksi salam pukul pemain Korea Utara terjadi di Aspire Zone Pitch 4, Qatar, Selasa 18 November 2025, langsung dipenuhi tensi panas bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Kronologi Aksi Salam Pukul Pemain Korea Utara
Aksi salam pukul pemain Korea Utara bermula saat sesi salam-salaman kedua tim. Skuad Korea Utara U-17 melakukan tindakan yang berbeda dari tradisi olahraga pada umumnya.
Alih-alih menjabat tangan pemain Jepang, para pemain Korut justru mengepalkan tangan dan terlihat memukul tangan lawan dari arah atas.
Aksi yang kemudian dijuluki warganet sebagai “salam pukul” itu langsung menjadi viral di media sosial.
Meski mendapat perlakuan tersebut, Jepang tetap menunjukkan respons tegas di lapangan.
Setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan, Tim Samurai Biru muda memastikan kemenangan lewat drama adu penalti.
Hasil ini sekaligus menghentikan langkah Korea Utara dari turnamen. Gol Jepang pada babak pertama dicetak McGhee Jelani.
Usai pertandingan, McGhee mengaku insiden sebelum kick-off menjadi pemicu semangatnya.
Rekaman video aksi “salam pukul” tersebut kemudian memicu beragam komentar publik.
Banyak yang menilai tindakan itu lebih menggambarkan amarah daripada bentuk penghormatan sebelum pertandingan.
Secara historis, hubungan Korea Utara dan Jepang memang diliputi ketegangan panjang, salah satunya akibat masa penjajahan Jepang di Semenanjung Korea pada 1910–1945.
Sentimen itu kerap tercermin dalam momen-momen pertemuan kedua negara di berbagai ajang olahraga.
Kemenangan atas Korea Utara membawa Timnas Jepang U-17 melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 2011.
Usai insiden aksi salam pukul pemain Korea Utara, skuad asuhan Nozomi Hiroyama dijadwalkan menghadapi Austria dalam perebutan tiket semifinal.(*)






