Sport

6 Kilo Demi Medali, Kisah Inara di Arena Silat

×

6 Kilo Demi Medali, Kisah Inara di Arena Silat

Sebarkan artikel ini
6 Kilo Demi Medali, Kisah Inara di Arena Silat
Inara Pradipta Anjani, siswi SMPN 1 Depok, berjuang menjaga berat badan demi bertanding di kelas yang sesuai dan menorehkan prestasi pencak silat. (Kis/Ist)

KTAINDONESIASATU.COM– Bukan lawan di arena yang paling membuat Inara Pradipta Anjani harus berjuang sebelum bertanding. Bagi siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Depok itu, tantangan terbesar justru datang dari berat badannya sendiri.

Demi tampil di kelas pertandingan yang sesuai, Inara mengaku pernah menurunkan berat badan hingga 6 kilogram hanya dalam waktu dua hari menjelang kejuaraan.

“Lawan tersulit sebelum bertanding itu adalah berat badan sendiri. Pernah nurunin 6 kilo dalam 2 hari karena kejuaraan sudah dekat,” ungkapnya.

Perjuangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Inara mengukir prestasi di cabang olahraga pencak silat. Berlatih sejak usia 4 tahun, ia berhasil memborong sejumlah piala dari berbagai kejuaraan bergengsi sepanjang 2025–2026.

Prestasi yang diraihnya antara lain Juara 1 Jampang Championship, Juara 1 BNN Cup 6, Juara 1 Kejuaraan Askot se-Nasional, Juara 1 Indonesia Pencak Silat Open Championship (IPSOC) III, Juara 3 Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Kota Depok, serta Juara 1 dan Atlet Terbaik Satria Bumi Pamungkas Open (SBPO) VI di IPB.

Untuk mengatasi tantangan berat badan, Inara menjalani latihan fisik seperti lompat tali dan lari cepat. Ia juga menggunakan jas hujan agar lebih banyak berkeringat serta menerapkan pola makan yang ketat.

“Pola makannya dijaga, sebelum sekolah makan 3 telur rebus. Pas istirahat makan MBG dan air putih, lalu sebelum latihan malam makan telur rebus lagi,” katanya.

Perjalanan Inara di dunia pencak silat dimulai sejak usia dini. Ia mengaku mulai berlatih pada usia 4 tahun karena mengikuti jejak ayahnya. Dukungan orang tua dan sekolah yang terus memberikan apresiasi serta dispensasi juga menjadi bagian penting dalam perkembangannya.

“Awalnya latihan dari umur 4 tahun mengikuti jejak ayah. Berkat dukungan orang tua dan sekolah yang terus mengapresiasi serta memberikan dispensasi, saya bisa terus berkembang hingga saat ini,” ujarnya, Kamis 27 Agustus 2026.

Inara berharap prestasi yang diraihnya dapat membanggakan orang tua, sekolah, hingga Kota Depok. Ia juga mengajak para pelajar di Kota Depok untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Mudah-mudahan saya bisa terus memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. Semangat juga untuk teman-teman yang sampai saat ini berproses,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *