Berita UtamaSosok

Romo Benny Susetyo; Nasehat Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhirnya

×

Romo Benny Susetyo; Nasehat Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhirnya

Sebarkan artikel ini
Alm. Romo Benny Susetyo bersama kolega. (Ist)
Alm. Romo Benny Susetyo bersama kolega. (Ist)

Oleh: Saiful Huda Ems.

KITAINDONESIASATU.COM – Orangnya sangat sederhana namun beliau sangat kaya wawasan dan kebijaksanaan hidup. Romo Benny Susetyo namanya, dikenal oleh masyarakat luas sebagai tokoh Intelektual Indonesia yang cakap mengemukakan gagasan-gagasan perubahannya.

Romo Benny tidak hanya cerdas dalam mengemukakan pemikiran-pemikiran politiknya –meskipun beliau sesungguhnya merupakan tokoh spiritual Katolik–, namun juga cerdas dalam membumikan ilmu filsafat sebagai pengantar untuk menganalisa keadaan sosial masyarakatnya.

Hampir dua bulan yang lalu saat saya bertemu dengan beliau bersama sahabat-sahabat senior politik saya yang lainnya, di antaranya Mas Hasto Kristiyanto, saya spontan memujinya;

“Waow Romo Benny, sudah puluhan tahun ini saya suka melihat diskusi-diskusi Romo di Tv, dan sekarang saya bisa bertemu Romo secara langsung. Bersyukur sekali. Saya pengagum pemikiran-pemikiran filsafat Romo Benny.”

Dengan rendah hati Romo Benny menjawab;”Loh, saya juga selalu membaca tulisan-tulisan (Opini) Mas SHE, dan untuk filsafat, itu sebelah panjenengan (sambil jari beliau menunjuk Mas Hasto Kristiyanto) yang lebih ahli”.

Sangat senang sekali bisa berjumpa Romo Benny dan bisa sedikit menggali pemikiran-pemikirannya yang kritis. Semenjak pertemuan itu kami berlanjut diskusi melalui japri Whats App. Namun sedih sekali, pagi ini Sabtu (05/10/24) saya mendengar Romo Benny Susetyo telah meninggal dunia.

Romo Benny Susetyo sangat peduli terhadap situasi kebangsaan. Dan sebagai salah satu tokoh agamawan, beliau tidak pernah tinggal diam di Gereja, melainkan terus berjuang menyuarakan ketimpangan-ketimpangan sosial politik yang terjadi di negeri kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *