Berita UtamaNews

Temuan Sungai Besar di Dalam Gua Luweng Ombo Pacitan, Harapan Krisis Air Bersih di Wilayah itu

×

Temuan Sungai Besar di Dalam Gua Luweng Ombo Pacitan, Harapan Krisis Air Bersih di Wilayah itu

Sebarkan artikel ini
luweng ombo
Tim penelusur gua Luweng Ombo yang menemukan aliran sungai di kedalaman 90 meter perut bumi di Pacitan. foto: dokumentasi PSS Pacitan

KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memiliki destinasi utama yang dijuluki sebagai Kota Seribu Satu Goa, julukan ini diberikan karena bentang alamnya didominasi pegunungan kapur (karst) yang menyimpan ribuan rekahan dan lorong bawah tanah.

Oleh karena itu wilayah ini banyak ditemukan hal baru di dalamnya seperti yang ditemukan baru-baru ini di dalam Luweng Ombo Dok Jambe ditemukan adanya aliran sungai.

Luweng Ombo Dok Jambe merupakan sebuah gua vertikal di Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, tim Pacitan Speleology Society (PSS) bersama tim peneliti menemukan adanya aliran sungai di bawah tanah dengan debit air yang besar.

Tim PSS baru saja menemukan aliran sungai bawah tanah berdebit besar di dasar gua vertikal Luweng Ombo Dok Jambe sedalam lebih dari 100 meter yang berpotensi menjadi sumber air strategis bagi warga Pacitan.

Penemuan ini melalui ekspedisi yang dilakukan pada bulan Maret dan Mei 2026 ditemukan keberadaan lubang vertikal di dalam kawasan hutan pedalaman Alas Dok Jambe.

Temuan ini memicu rasa penasaran dari komunitas PSS untuk menelusur gua vertikal yang ada tersebut dan belum pernah tercatat dalam literatur speleologi mana pun termasuk dalam catatan ekspedisi besar tim Australia di pacitan kurun waktu 1984 hingga 1986 lalu.

Kemudian pada bulan Maret 2026 tim kemudian menelusuri jejak lubang vertikal itu masuk ke ke dalaman bumi sekitar 90 meter yang disambut keberadaan aliran sungai besar bawah tanah berarus kuat.

Perwakilan tim PSS Aziz Pratoko, Senin (1/6/2026) kepada wartawan di Pacitan mengungkapkan tim yang turun ke kawasan ini adalah PSS dan tim dari UGM melakukan penelusuran ke dalam perut bumi.

Kemudian pada penelusuran lanjutan pada April 2026 tim berhasil menelusuri dan menuruni sekitar air terjut bawah tanah itu setinggi sekitar delapan meter.

Di bagian hulu (upstream) terdapat lorong gua memanjang lebih dari 400 meter dan bercabang dua jalur aliran air yang relatif jernih, ditemukan juga ceruk vertikal sedalam lebih dari 25 meter yang hingga kini masih belum berhasil ditelusuri.

Menurut Aziz data yang didapatkan sekarang masih bersifat sementara, gua ini perlu dieksplorasi kembali dan dilakukan pemetaan serta pengukuran lebih detail agar diperoleh datang yang lebih akurat.

Tentu saja temuan tim dari UGM dan PSS ini membawa angin besar bagi masyarakat Pacitan untuk penanganan krisis air yang terjadi di Kabupaten Pacitan khususnya yang tinggal di kawasan karst.

Di masa mendatang keberadaan aliran sungai di dalam gua Luweng Ombo tepat berada di perbatasan Desa Poko dan Desa Dadapan ini sungai di Luweng Ombo Dok Jambe bisa dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air bersih warga di dua wilayah tersebut. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *