Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M Rektor…
Opini Kita
Small business marketing strategies. Know your audience. Emphasize your value proposition. Stay focused on singular goals and objectives.
Sengkarut Tata Kelola Universitas NU Kalsel
Oleh : M Syarbani Haira*) Meski saya merupakan…
Resiliensi Ekonomi Etis dalam Merespons Dampak Perang Dagang terhadap SDGs di Indonesia
Oleh: Dr. H. Mohammad Syawaludin. MA Dosen pascasarjana…
Apa Kabar Ketahanan Pangan : Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 Tetap Berlaku?
Oleh Aam Permana S Pada awal 2025, Kementerian…
Berharap Kang Dedi Mulyadi Menempatkan BPD di Tempat Terhormat dalam Sistem Tata Kelola Daerah
oleh Aam Permana S Badan Permusyawaratan Daerah (BPD),…
Strategi Bisnis Sun Tzu: Siasat Kota Kosong
Oleh:Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M. Rektor Universitas INABA…
Mulai dari Nol, Pak!
UNTUK persiapan silaturahim ke luar kota pada hari Raya Idul Fitri, kemarin saya mengisi bensin di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau pom bensin. “Mulai dari nol (0) ya pak,” kata operator SPBU sembari menekan tombol angka-angka di mesin dispenser pompa. Saya mengangguk saja. Sambil menanti tangki kendaraan terisi, saya sempat memikirkan tentang angka 0 itu.
4 (Empat) Strategi Kompetitif Bisnis untuk Memenangkan Persaingan Pasar
Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M. Rektor Universitas…
Ketika Mulut Terkunci
ingat, suatu saat nanti, lisan akan terbungkam. Lisan yang selalu berdalih dengan sejuta alasan, tak bisa lagi berkata-kata. Semua kata yang dirangkai indah, tak berguna lagi.. Lisan tak mampu berargumentasi lagi. Lisan tak bisa mengadvokasi atas semua yang diucapkan. Ketika kita kembali ke hadapan Allah, Sang Maha Pencipta, lisan kita membisu. Terkunci! Tidak bisa lagi bersilat lidah. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. Yasin: 65). Tak terasa mata berkaca-kaca membaca ayat yang menginspirasi terciptanya lagu di atas.
Bagaimana Puasanya? Catatan Hendry Ch Bangun
MENJAWAB pertanyaan ini tidak mudah. Karena spektrum pertanyaannya…
Yahudi Juga Manusia
Yerusalem di musim dingin. Suhu di titik 0 derajat Celcius. Saya antre di pos pemeriksaan, beberapa meter menuju Pintu Pengampunan (Bab Al-Hutta atau Remission Gate), salah satu akses memasuki kompleks Baitul Maqdis. Malam itu tubuh gemetaran kedinginan, pikiran macam-macam begitu melihat pos pemeriksaan tentara Israel.
Strategi Mempertahankan Loyalitas Pelanggan
Oleh : Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M. Rektor…
Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik
KETIKA musim panen politik, pada siklus lima tahunan, pertarungan para politikus sangat keras. Semenjak era electoral demoracy di mana suara rakyat paling menentukan, politikus habis-habisan mengeluarkan jurus agar dapat kursi. Sungguh ironis, kampanye bukan soal elaborasi program kerja tetapi lebih marak kampanye hitam yang dilarang konstitusi. Pasal 280 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sudah jelas melarang “menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain” atau “menghasut dan mengadu domba perseorangan atau pun masyarakat”.
Poligami: Pembatasan Bukan Pembebasan
POLIGAMI! Satu kata ini amat menarik. Tetapi sekaligus kontroversial. Terkadang bermakna amelioratif tapi juga peyoratif. Tak heran, satu kata itu sering bikin orang berdebat tak selesai semalam suntuk. Paling prihatin sering dijadikan isu panas oleh pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan Islam
La Tahzan, Jangan Bersedih!
FATIMAH berlinang air mata. Menangis tersedu-sedu. Gadis usia 14 tahun itu syok ketika melihat sang ayah, Muhammad, pulang dalam keadaan berlumuran tanah dan kotoran di sekujur tubuh. Bagian kepala kotor sampai ke rambut. Pakaian dan jubahnya kotor. Nabi dilempari tanah dan kotoran oleh orang-orang Quraisy. Putri mana yang tidak sedih melihat ayahnya dipersekusi? Tambah sedih karena Fatimah masih berduka ditinggal ibunda, Khadijah
Para Pencari Kebenaran
Sejak pra-Islam (zaman jahiliyah), di kalangan orang Arab yang suka berpikir, sudah biasa melakukan kontemplasi. Berkhalwat, mengasingkan diri ke tempat-tempat sunyi. Orang Arab menyebutnya tahannuts . Mereka merenung, berdoa, mengharapkan jawaban atas kegelisahan atau penyelesaian masalah yang sedang dihadapi
Hikmah Ditengah Tragedi Hilangnya Rendang
Oleh Suparman Romans Ketua DPW Pekat Indonesia Bersatu…
4 (Empat) Strategi Harga untuk Memenangkan Persaingan Bisnis
Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M. Rektor Universitas…
Andai Saja Umar bin Abdul Aziz Orang Indonesia
Semua pejabat wajib membaca biografi Umar bin Abdul Aziz, khalifah ke-8 Dinasti Umayyah. Kemasyhuran legacy-nya ribuan tahun melampaui masa kepemimpinannya yang sangat singkat, yaitu 2 tahun 137 hari (periode 717-720).
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
