News

Yastroki Gelar Diskusi Publik “Be GREAT, Don’t REGRET” untuk Edukasi Stroke pada Anak Muda

×

Yastroki Gelar Diskusi Publik “Be GREAT, Don’t REGRET” untuk Edukasi Stroke pada Anak Muda

Sebarkan artikel ini
senam2
Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menggelar diskusi publik bertajuk “Be GREAT, Don’t REGRET. (Tiyo/KIS)

KITAINDONESIASATU.COM – Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menggelar diskusi publik bertajuk “Be GREAT, Don’t REGRET” yang berfokus pada upaya preventif terhadap penyakit stroke pada usia produktif. Kegiatan ini dilaksanakan di Rafael Jolongbayan Room, LSPR Institute of Communication & Business. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, komunitas stroke, serta masyarakat umum baik daring ataupun luring.

Diskusi publik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus stroke yang mulai menyerang usia produktif berkisar 18-40 tahun. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang deteksi dini, faktor risiko, serta gaya hidup sehat yang dapat mencegah stroke di kalangan anak muda.

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting sebagai narasumber, antara lain: Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.N, MARS, MH sebagai Ketua Yastroki, Dr. Nurul Rakhmawati, Sp.S, MARS – Dokter Spesialis Saraf, Dr. Wahyudi, Sp.KFR – Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Dokter Erlina Sutjiadi, Sp.KJ (K) -Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa serta Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si sebagai pakar komunikasi.

“Edukasi stroke harus dimulai dari bangku kuliah. Anak muda perlu menyadari bahwa stroke bukan hanya penyakit orang tua, tetapi juga bisa menyerang mereka yang sedang berada di masa produktifnya,” ujar Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.N, MARS, MH dalam sambutannya.

Ketua Yayasan Stroke Indonesia juga mengatakan “Penyakit Stroke harus ditanggulangi secara serius dan perlu kerja sama antar lembaga terutama lembaga pendidikan karena hanya pendidikan yang mampu mengedukasi kesehatan generasi penerus bangsa”.

senam

Adapun pelaksanaan kegiatan ini diinisasikan oleh dua mahasiswi LSPR bernama Amelia Haness & Nina Novelia yang sedang menjalankan tugas akhir pada jenjang Pascasarjana. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari Personal Social Responsibilty (PSR) agar menciptakan hasil pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif, membahas tema besar tentang pentingnya keseimbangan antara prestasi dan kesehatan fisik dan mental, serta sub-tema mengenai deteksi dini, manajemen stres, dan pola hidup sehat. Acara ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen pribadi peserta untuk memulai gaya hidup sehat.

Melalui kolaborasi ini, Yastroki berharap dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya hebat dalam prestasi, tetapi juga sadar dan tangguh dalam menjaga kesehatannya.

Diskusi yang menarik dan bermanfaat ini di antaranya dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk penderita stroke, akademisi dan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *