Dedie menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah, terutama bagi siswa dan guru yang tidak memiliki BPJS atau asuransi kesehatan lainnya.
“Kami minta SOP diperketat dan pengawasan ditingkatkan. Ini bukan hal sepele. Ini sangat serius dan harus menjadi perhatian bersama. Pemkot Bogor bertanggung jawab penuh, terutama dalam penanganan medisnya,” tegas Dedie.
Pemeriksaan lanjutan terhadap sampel air minum dan kondisi kesehatan para siswa masih berlangsung. Hasilnya akan diumumkan setelah analisis lebih mendalam selesai dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Bogor dan diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk pengawasan ketat terhadap penyediaan dan distribusi makanan kepada siswa. (Nicko)***


