“Jadi rekan-rekan saya mohon ya kemarin kan kita sudah cukup merasakan dampaknya lima harian, enam harian, sampah numpuk itu sangat tidak nyaman, sangat risih. Bagi tata kota juga jelek, nanti bisa mengurangi tingkat kunjungan, saya tidak bisa membayangkan akan terjadi ketika TPA Pasir Bajing betul-betul sudah tidak dapat difungsikan mau dikemanakan lagi sampahnya,” kata Putri.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap satu tempat pemrosesan akhir dapat menimbulkan persoalan serius ketika fasilitas itu mengalami gangguan.
Regulasi Persampahan Akan Diperkuat
Ke depan, Pemkab Garut berencana memperkuat regulasi pengelolaan sampah dengan memperjelas pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan masyarakat.
Putri menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, sebab setiap individu turut berkontribusi terhadap jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Jadi nanti ketika ada waktunya regulasi terkait persampahan menguat harus dikembalikan lagi bahwa sampah itu bagian besarnya adalah tanggung jawab individu masing-masing,” tandasnya.
Melalui penguatan aturan dan perubahan kebiasaan masyarakat, Pemkab Garut berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih berkelanjutan.





