KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah membalas aksi demonstrasi bertajuk “No Kings” dengan unggahan video yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pada Sabtu, 18 Oktober, Trump yang kini berusia 79 tahun mengunggah video AI di platform media sosialnya, Truth Social. Dalam video tersebut, ia digambarkan sedang menerbangkan jet tempur bertuliskan “King Trump” sambil mengenakan mahkota.
Dari pesawat itu, Trump menjatuhkan cairan berwarna coklat menyerupai lumpur ke arah massa pengunjuk rasa di kawasan yang tampak seperti Times Square, New York City.
Video itu diiringi lagu “Danger Zone” milik Kenny Loggins dan tampak seperti sindiran terhadap gelombang protes “No Kings” yang kembali muncul di berbagai kota besar di Amerika Serikat, termasuk Washington DC, New York, San Francisco, Atlanta, hingga Chicago.
Aksi “No Kings” merupakan bentuk penolakan terhadap apa yang disebut para aktivis sebagai penyalahgunaan kekuasaan Trump.
Dalam pernyataan di situs resmi mereka, kelompok itu menegaskan bahwa gerakan tersebut adalah perjuangan antara demokrasi dan kediktatoran.
Mereka menuduh Trump mengerahkan aparat militer untuk menekan masyarakat dan hanya menguntungkan kalangan miliarder.


