News

Trigana ATR Tergelincir Bukan Jatuh Lepas Landas Bandara Serui

×

Trigana ATR Tergelincir Bukan Jatuh Lepas Landas Bandara Serui

Sebarkan artikel ini
pesawat
Pesawat Trigana Air PK-YSP jenis ATR 42 seri 500 tidak jatuh di Serui, Papua foto: instagram

KITAINDONESIASATU.COM – Pesawat Trigana Air PK-YSP jenis ATR 42 seri 500 tidak jatuh di Serui, tetapi tergelincir saat akan lepas landas di Bandara Kamanap, Serui, Papua, Senin, 9 September 2024, pukul 10.35 WIB.

Pesawat membawa 42 penumpang dan 6 kru, dan semua penumpang selamat meskipun beberapa mengalami luka-luka.

Pesawat tergelincir sejauh 1,2 kilometer ke arah selatan bandara dan mengalami kerusakan cukup berat.

Penyebab pasti pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Kamanap Serui masih dalam penyelidikan.

Direktur Safety, Securty and Quality (SSQ) Trigana Air, Capt Lalu Yuniza, mengatakan bahwa mereka masih menunggu informasi dari pilot tentang apa penyebab sebenarnya sehingga pesawat bisa tergelincir.

Komunikasi dengan Bandara Serui dan kru pesawat juga agak susah, sehingga informasi detail mengenai penyebab kecelakaan belum bisa diperoleh.

Sebelum tergelincir, pilot Trigana Air yang mengalami insiden di Bandara Kamanap Serui, melakukan beberapa prosedur standar sebelum lepas landas.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan pilot sebelum lepas landas.

Pengecekan Dokumen
Pilot harus memeriksa dokumen-dokumen penting seperti buku catatan pesawat, rilis pemeliharaan, dan memo perusahaan.

Dokumen ini berisi informasi tentang perawatan, inspeksi tambahan, dan perubahan prosedur operasi.

Inspeksi Harian
Pilot melakukan inspeksi harian di sekitar pesawat untuk mencari kebocoran cairan, selang rusak, bekas terbakar, kabel putus, ketinggian cairan, retak struktural, bagian bengkok, dan lubang di badan pesawat.

Pemeriksaan Perputaran
Pilot melakukan pemeriksaan perputaran secara visual untuk mencari apa pun yang terjadi selama penerbangan terakhir yang mungkin perlu ditangani sebelum lepas landas lagi.

Pengaturan Avionik
Pilot menyiapkan pengaturan pesawat dan avionik, termasuk FMS, radio, performa, sistem listrik, sistem hidrolik, bahan bakar, tekanan HVAC, dan pencahayaan. Semua ini harus dikonfigurasi dan menjalani beberapa tes untuk memastikan bahwa pesawat tersebut layak untuk terbang.

Pengawasan Sistem
Pilot memantau seluruh sistem pesawat, termasuk tekanan mesin oli, kandungan cairan hidrolik, dan saluran pendingin udara.

Mereka juga harus memastikan bahwa pesawat memiliki cukup bahan bakar untuk sampai di tujuan dan memonitor suhu bahan bakar untuk menghindari bahaya.

Informasi tentang insiden Trigana Air di Bandara Kamanap Serui belum lengkap, tidak ada detail spesifik tentang apa yang dilakukan pilot sebelum tergelincir.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *