KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap alasan hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia meski fenomena El Nino mulai aktif pada musim kemarau 2026.
Kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut memicu pertanyaan masyarakat setelah beberapa daerah mengalami hujan deras hingga banjir dalam beberapa hari terakhir.
BMKG menjelaskan El Nino memang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia, terutama saat puncak musim kemarau pada Juni hingga September.
Namun fenomena itu tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya. Faktor atmosfer lain masih berperan besar dalam pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi, hingga Papua masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat.
Kondisi ini dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer dan tingginya kelembapan udara yang mendukung terbentuknya awan konvektif.
BMKG Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem
BMKG menyebut aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO serta gelombang Rossby dan Kelvin masih aktif di kawasan Indonesia.
Kombinasi faktor tersebut memicu peningkatan suplai uap air yang menyebabkan hujan tetap turun meski El Nino berlangsung.
Selain hujan lebat, sejumlah wilayah juga diperkirakan mengalami angin kencang dan potensi petir dalam beberapa hari ke depan.


