Lifestyle

Bahan Pengawet Makanan, Kenali Risiko dan Keamanannya

×

Bahan Pengawet Makanan, Kenali Risiko dan Keamanannya

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 9
Bahan pengawet makanan dari garam

KITAINDONESIASATU.COM – Ada bahan pengawet yang berbahaya, beberapa lainnya dianggap aman untuk digunakan.

Bahan tersebut berfungsi mencegah kerusakan, fermentasi, penguraian, dan pengasaman yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau mikroba.

Penggunaan bahan tersebut diizinkan asalkan sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Beberapa bahan pengawet yang umum digunakan dan aman antara lain sulfur dioksida, asam sorbat, asam benzoat, asam sitrat, sorbitol, asam tartarat, dan asam malat.

BACA JUGA: Memahami Pilihan Makanan Sehat, dari Nasi Putih ke Multi Grain Rice

Meskipun sebagian bahan ini tergolong aman, penting untuk memahami mana yang berbahaya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, beberapa bahan ini bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Beberapa contoh bahan pengawet berbahaya antara lain;

Formalin dan boraks
Bahan ini bisa menyebabkan masalah pada kulit, jantung, sistem pernapasan, dan ginjal. Mereka juga dapat merusak otak serta sistem saraf.

Sodium benzoate
Penggunaan sodium benzoate pada makanan diduga dapat meningkatkan risiko hiperaktivitas, leukemia, dan kanker.

Sodium nitrat
Bahan ini dapat merusak pembuluh darah serta menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri.

TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone)
TBHQ dapat meningkatkan risiko pertumbuhan tumor, gangguan hati, serta kerusakan saraf.

Tidak semua makanan memerlukan bahan pengawet.

Bahan ini umumnya digunakan untuk menjaga kesegaran dan kualitas makanan, terutama yang memiliki kadar air tinggi.

Makanan seperti keripik atau camilan kering biasanya tidak memerlukan pengawet karena kadar airnya rendah, sehingga risiko pertumbuhan bakteri dan jamur lebih kecil.

Pastikan untuk selalu memeriksa jenis bahan pengawet dalam makanan yang dikonsumsi.

Sebaiknya hindari konsumsi berlebihan, dan jika mengalami gangguan kesehatan setelah sering mengonsumsi makanan dengan pengawet, segera konsultasikan dengan dokter.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *