News

Tarif 100% Trump untuk Negara Brics, Dominasi Dolar AS Dipertaruhkan

×

Tarif 100% Trump untuk Negara Brics, Dominasi Dolar AS Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini
Trump
Presiden AS, Donald Trump. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kekhawatiran akan perang dagang global semakin meningkat setelah Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100% pada negara-negara anggota Brics jika mereka berencana menciptakan mata uang baru untuk menyaingi dolar AS.

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap negara yang mendukung mata uang alternatif untuk menggantikan dolar AS.

“Kami meminta jaminan dari negara-negara tersebut bahwa mereka tidak akan menciptakan mata uang Brics atau mendukung mata uang lain yang dapat menggantikan dolar AS. Jika tidak, mereka akan menghadapi tarif 100% dan harus melupakan akses ke pasar ekonomi AS yang luar biasa,” ujar Trump, seperti ditulis The Guardian pada Minggu, 1 Desember 2024.

Ia juga menambahkan bahwa negara-negara tersebut tidak akan mampu menggantikan dominasi dolar AS dalam perdagangan global, dan mereka yang mencoba akan kehilangan akses ke Amerika.

Ancaman ini muncul hanya beberapa hari setelah Trump menyatakan niatnya untuk mengenakan tarif pada Kanada, Meksiko, dan Tiongkok jika ia kembali menjabat sebagai presiden.

Brics, yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, kini telah diperluas dengan keanggotaan Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.

Beberapa negara anggota Brics telah menyuarakan keinginan untuk mende-dolarisasi sistem keuangan global.

Pada Oktober lalu, Vladimir Putin menyerukan sistem pembayaran internasional baru untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Namun, beberapa negara khawatir akan risiko ekonomi jika memutus hubungan dengan AS dan negara Barat lainnya.

Jika tarif 100% diterapkan, biaya impor dari negara-negara Brics ke AS akan melonjak drastis, memicu inflasi dan mengganggu perdagangan global.

Stephen Innes dari SPI Asset Management menilai langkah ini sebagai tantangan besar dari Trump dengan kebijakan proteksionis yang agresif.

“Trump baru-baru ini menggalang dukungan elektoral dengan janji tarif tinggi pada impor, termasuk rencana tarif 60% pada produk Tiongkok,” kata Innes.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan kebijakan “America First” Trump, yang bertujuan untuk mereformasi dinamika perdagangan global dan memperkuat ekonomi AS.
Dengan ancaman tarif ini, dunia kini menghadapi ketidakpastian besar di tengah kemungkinan kembali berkuasanya Trump.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *