KITAINDONESIASATU.COM — Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Netty Prasetiyani, M.Si., mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Netty dalam kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra yang berlangsung di GOR Graha Oxygen, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 23 Oktober 2026 kemarin. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan BKKBN dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Netty menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat dan menyiapkan generasi penerus bangsa. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan keluarga harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk hubungan antara suami, istri, dan anak.
“Bicara keluarga itu panjang. Harta kita yang paling berharga adalah keluarga. Karena itu, perhatikan istri, suami, dan anak-anak kita,” ujar Netty Prasetiyani.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya perencanaan kehamilan melalui prinsip 4T, yakni terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, dan terlalu banyak.
Menurut Netty, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak serta mengurangi risiko kehamilan.
Ia menekankan bahwa edukasi mengenai kehamilan dan persalinan bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Laki-laki juga perlu memahami kesehatan reproduksi dan berperan aktif dalam perencanaan keluarga.
“Kehamilan dan persalinan bukan hanya ibu-ibu yang harus memahami, tetapi bapak-bapak juga. Jika seorang ibu atau calon ibu hamil dalam kondisi yang tidak tepat, hal itu dapat membahayakan kesehatannya,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Netty Prasetiyani Dukung Penguatan Program Bangga Kencana
Program Bangga Kencana menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat pembangunan keluarga dan menjawab berbagai persoalan kependudukan. Pelaksanaannya mencakup pendampingan keluarga pada berbagai tahapan kehidupan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Plt. Direktur Bina Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan BKKBN Pusat, Sitti Jamilah, S.K.M., M.H., menjelaskan bahwa pembangunan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat dapat membentuk keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
“Kami percaya bahwa generasi yang tangguh dimulai dari setiap tahapan kehidupan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Oleh karena itu, Kemendukbangga berupaya hadir untuk mendampingi keluarga di setiap tahap tersebut,” ujar Sitti Jamilah.
Ia memaparkan sejumlah program yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keluarga, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan program SIDAYA untuk mendukung kelompok lanjut usia agar tetap berdaya.
Melalui GENTING, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membantu keluarga berisiko stunting. Sementara itu, TAMASYA diarahkan untuk mendukung tersedianya layanan pengasuhan anak yang berkualitas, terutama bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.
Program GATI juga mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak. Adapun SIDAYA bertujuan mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.
Netty Prasetiyani Soroti Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter Anak
Penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian dr. Dean Rosmawati, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda BKKBN Provinsi Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penduduk dan keluarga berencana, tetapi juga mencakup upaya membangun keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan sejahtera.
Menurutnya, keluarga menghadapi berbagai tantangan sosial yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk peredaran minuman keras, penggunaan vape atau rokok elektrik, serta pengaruh lingkungan pergaulan.
Karena itu, orang tua perlu meningkatkan perhatian terhadap pergaulan anak, membangun komunikasi terbuka, serta melakukan pendampingan dan pengawasan sejak dini.
“Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk lebih memperhatikan pergaulan anak, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pendampingan dan pengawasan sejak dini. Jangan sampai kita lengah, karena keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ujar dr. Dean Rosmawati.
Ia menegaskan bahwa program Kemendukbangga/BKKBN bertujuan membantu masyarakat memperkuat keluarga dan mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.
Kolaborasi Program Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045
Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pengasuhan anak, serta peningkatan kualitas hidup kelompok lanjut usia.
Kolaborasi antara DPR RI, pemerintah, BKKBN, dan mitra kerja diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga.
Melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan, Program Bangga Kencana diharapkan mampu membantu keluarga Indonesia menghadapi tantangan sosial dan kependudukan serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.




