News

Suhu Ekstrem di Madinah, Kadaker Bandara Ingatkan Jemaah Soal Barang Bawaan

×

Suhu Ekstrem di Madinah, Kadaker Bandara Ingatkan Jemaah Soal Barang Bawaan

Sebarkan artikel ini
jemaah
PPIH Arab Saudi mendampingi jemaah di Bandara Madinah saat cuaca panas ekstrem. (Dok. MCH 2025)

KITAINDONESIASATU.COM – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk disiplin dalam mengikuti aturan terkait barang bawaan saat proses kepulangan ke tanah air.

Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan melonjaknya suhu udara di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, yang berpotensi memengaruhi performa teknis pesawat saat tinggal landas.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menekankan pentingnya menjaga berat total muatan pesawat agar tetap sesuai standar keselamatan penerbangan.

“Suhu tinggi dapat menurunkan daya angkat pesawat. Jika pesawat kelebihan muatan, risiko untuk gagal lepas landas makin besar,” jelas Basir saat ditemui di Madinah, dikutip Jumat, 27 Juni 2025.

Dikatakan Basir, bahwa ketentuan barang bawaan yang telah disepakati dalam Hajj Agreement wajib dipatuhi oleh seluruh jemaah. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu bagasi tercatat (koper besar) dengan berat maksimal 32 kg, satu tas kabin maksimal 7 kg, dan satu tas paspor.

Selain itu, selama menunggu di bandara, jemaah diperbolehkan membawa makanan dan minuman secukupnya, termasuk maksimal empat botol air minum ukuran 300 ml yang dimasukkan dalam tas serut.

“Untuk jemaah yang membawa oleh-oleh atau barang tambahan, kami sangat menyarankan agar menggunakan jasa pengiriman (kargo) yang tersedia di hotel-hotel sebelum proses penimbangan bagasi,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa membantu jemaah saat penimbangan bagasi kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun, langkah ini penting demi menjaga keselamatan bersama.

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas. Jangan sampai karena satu-dua koper yang berlebih, pesawat harus menunda keberangkatan, atau yang lebih fatal, mengalami gangguan teknis saat take off,” jelasnya.

PPIH mengimbau para ketua kloter dan petugas sektor untuk terus menyosialisasikan aturan ini kepada jemaah. Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar proses pemulangan berjalan aman dan lancar di tengah tantangan cuaca ekstrem di musim haji tahun ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *