KITAINDONESIASATU.COM – Status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru resmi diperpanjang hingga 2 Desember 2025.
Keputusan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru ini berdampak langsung pada peningkatan pengamanan di sejumlah titik rawan, termasuk jalur perbatasan Malang–Lumajang.
Satlantas Polres Malang memastikan pengawasan lalu lintas diperketat untuk menjaga keselamatan para pengendara.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terutama di kawasan Jembatan Gladak Perak sisi Ampelgading.
Selain penjagaan, personel juga membagikan masker kepada pengguna jalan.
Langkah ini diambil karena sebaran debu vulkanik masih tinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan serta konsentrasi pengendara.
Penjelasan Bupati tentang Erupsi Gunung Semeru
Di sisi lain, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan untuk memastikan seluruh proses penanganan dampak erupsi berjalan optimal.
Ia menyatakan bahwa meski periode sebelumnya telah berakhir, kondisi di lapangan masih menyisakan ancaman sehingga penanganan harus dilanjutkan secara cepat dan terkoordinasi.
Perpanjangan selama tujuh hari menjadi dasar bagi BPBD dan perangkat daerah untuk melakukan operasi darurat, memperbaiki fasilitas terdampak, dan memberikan perlindungan kepada warga.
Pemerintah daerah juga meminta seluruh instansi, relawan, dan masyarakat memperkuat kerja sama agar pemulihan pascabencana berlangsung efektif.
BPBD Lumajang memastikan stok logistik aman, pelayanan bagi pengungsi tetap berjalan, dan mitigasi erupsi Gunung Semeru terus dilakukan untuk meminimalkan dampak sosial ekonomi.(*)






