Tekanan pikiran dan waktu istirahat yang kurang mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, sehingga memicu keinginan makan meskipun perut sebenarnya sudah terisi.
Kuncinya dalam mengatur rasa kenyang tubuh adalah membedakan rasa lapar asli dan lapar psikologis: lapar asli muncul perlahan disertai perut terasa kosong, sedangkan lapar karena emosi datang tiba-tiba dan biasanya menginginkan makanan tertentu saja.
Sebagai bagian dari kebiasaan makan sehat, gantikan keinginan makan dengan aktivitas menenangkan seperti berjalan santai atau latihan pernapasan.
Ketidakseimbangan hormon
Ketidakseimbangan hormon atau adanya masalah kesehatan tertentu juga bisa menjadi penyebab sering merasa lapar lagi setelah makan.
Kondisi seperti gangguan fungsi tiroid atau diabetes tipe 2 dapat mengacaukan sinyal kenyang yang dikirim ke otak.
Jika rasa lapar terus-menerus disertai gejala lain seperti berat badan turun tanpa sebab, sering haus, atau cepat lelah, cara terbaik mengatur rasa kenyang tubuh adalah dengan segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
Hal ini penting agar kebiasaan makan sehat dapat diterapkan secara tepat sesuai kondisi kesehatan tubuh masing-masing.

