KITAINDONESIASATU.COM – Serangan udara Israel pada Sabtu, 17 Agustus 2024, menewaskan sembilan orang di Lebanon Selatan.
Militer Israel melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan gudang senjata milik kelompok Hizbullah, seperti yang dilaporkan oleh AFP.
Di antara korban tewas terdapat seorang wanita dan dua anaknya, sementara lima orang lainnya terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Israel mengonfirmasi bahwa serangan ini dilakukan oleh angkatan udara mereka di wilayah Nabatieh, sekitar 12 kilometer dari perbatasan Israel.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, kelompok yang didukung oleh Iran, yang telah saling baku tembak hampir setiap hari sejak konflik di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober antara militan Hamas dan pasukan Israel.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas, yang telah diusahakan untuk dicegah oleh mediator internasional melalui upaya gencatan senjata dan perundingan di Gaza.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk menyusun logistik terkait pembebasan sandera dan penyaluran bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang Israel-Hamas, sebagaimana dilaporkan oleh AP.
Pada Jumat, upaya diplomasi internasional untuk meredakan eskalasi konflik semakin intensif. Menteri luar negeri Inggris dan Prancis melakukan kunjungan bersama ke Israel. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya global untuk mencegah konflik yang lebih luas dan untuk mencapai solusi yang dapat mengakhiri kekerasan di wilayah tersebut.- ***
Sumer: Timesnow
