News

Serangan Siber Diduga Lumpuhkan X, Elon Musk Sebut IP Berasal dari Ukraina

×

Serangan Siber Diduga Lumpuhkan X, Elon Musk Sebut IP Berasal dari Ukraina

Sebarkan artikel ini
FotoJet 34
Serangan Siber Lumpuhkan X

KITAINDONESIASATU.COM – Platform media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, mengalami gangguan besar pada Senin 10 Maret 2025.

Musk mengklaim bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh serangan siber dengan alamat IP yang dilacak berasal dari Ukraina.

“Kami tidak tahu pasti apa yang terjadi. Namun, ada serangan siber besar yang mencoba melumpuhkan sistem X, dengan alamat IP yang menunjukkan lokasi di Ukraina,” ujar Musk dalam wawancara dengan Fox Business pada Senin sore, 10 Maret 2025.

Musk tidak menjelaskan lebih lanjut apakah serangan tersebut berhubungan dengan pemerintah Ukraina. Ia juga mengakui bahwa alamat IP bisa saja dipalsukan sehingga tampak berasal dari lokasi tertentu, sebuah taktik yang sering digunakan oleh peretas profesional.

Menurut situs pemantau DownDetector, gangguan dimulai sekitar pukul 06.00 ET, dengan lebih dari 20.000 pengguna melaporkan masalah.

Gangguan sempat mereda, tetapi kembali meningkat hingga hampir 40.000 laporan pada pukul 10.00 ET.

Laporan mulai berkurang sekitar pukul 14.00 ET dan terus mereda sepanjang sore. Banyak pengguna mengeluhkan ketidakmampuan memuat platform, dengan dampak yang bersifat global.

Saat wawancara Fox Business pukul 16.00 ET, Musk mengonfirmasi bahwa layanan sudah kembali normal.

Data DownDetector didasarkan pada laporan pengguna, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan skala gangguan. CNN mencoba menghubungi X untuk klarifikasi, tetapi perusahaan itu biasanya tidak menanggapi permintaan media.

Di platform X, Musk menulis bahwa ia yakin gangguan ini dilakukan oleh “kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau negara tertentu,” meskipun belum ada bukti konkret yang mengonfirmasi klaim tersebut.
Ia juga membalas “Ya” pada unggahan yang menyebut bahwa ada pihak yang berusaha membungkam dirinya dan platform X.

Eric Noonan, CEO perusahaan keamanan siber CyberSheath, mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa gangguan ini disebabkan oleh serangan siber.
“Pernyataan yang dibuat segera setelah insiden seperti ini harus disikapi dengan skeptis,” katanya kepada CNN.

Musk sebelumnya pernah menghubungkan kendala teknis dengan dugaan serangan siber.

Pada Agustus 2024, percakapannya dengan Donald Trump di X mengalami keterlambatan 42 menit, yang ia klaim mungkin akibat serangan siber. Saat itu, ia menyebut kemungkinan adanya serangan distributed denial-of-service (DDoS), yaitu metode peretasan yang membanjiri server dengan lalu lintas palsu untuk mengganggu layanan.

Namun, kesulitan teknis juga pernah mengganggu acara pengumuman pencalonan Gubernur Florida Ron DeSantis di X pada 2023.

Menurut Noonan, serangan ransomware lebih sering terjadi dibandingkan DDoS dalam beberapa tahun terakhir, karena umumnya bermotif finansial. Namun, DDoS masih digunakan untuk menyebabkan gangguan dan sulit dilacak sumbernya.

Sejak mengakuisisi Twitter pada 2022 dan mengubahnya menjadi X, Musk telah melakukan pemangkasan besar-besaran.

Ia memecat banyak eksekutif puncak dan memberhentikan 3.500 karyawan dalam hitungan hari setelah mengambil alih.

Secara keseluruhan, ia memangkas 80% tenaga kerja X dan mewajibkan karyawan yang tersisa untuk kembali bekerja penuh waktu. Sejak itu, platform ini kerap mengalami gangguan teknis.

Gangguan di X terjadi di hari yang berat bagi bisnis Musk. Pada Senin, saham Tesla anjlok 15%, menghapus seluruh kenaikan nilainya sejak kemenangan Trump dalam pemilu November 2024.- ***

Sumber: Republic World

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *