Ucapan belasungkawa dan penghormatan juga datang dari mantan Wali Kota Bogor periode 2014–2024, Bima Arya Sugiarto. Baginya, sosok Iswara adalah sumber inspirasi dalam kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
“Saya masih teringat saat pertama saya dilantik dan ke rumah beliau. Beliau banyak membagikan pengalamannya dan saya menyimpulkan saat itu Pak Iswara adalah sosok administrator yang andal,” ucap Bima Arya, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).
Koordinasi yang dilakukan Iswara selama menjabat dinilai sangat rapi dan teliti. Gaya kepemimpinan itu turut memengaruhi Bima Arya dalam membangun pola kerja di Balai Kota.
“Dari Pak Iswara lah kemudian saya belajar menyelenggarakan briefing staf secara rutin dan melakukan pencatatan-pencatatan. Beliau administrator andal,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pemimpin, Iswara juga dikenang sebagai mentor dan pembina ASN. Banyak anak didiknya kini menempati posisi strategis di berbagai instansi.
“Beliau juga dikenal sebagai orang yang senang menyiapkan generasi muda, senang berbagi pengalaman, dan seorang mentor yang baik,” tutur Bima Arya.
Kini, Kota Bogor bukan hanya kehilangan sosok mantan wali kota, tetapi juga panutan yang telah memberikan jejak-jejak pengabdian terbaiknya. Dedikasi dan integritas Iswara Natanegara akan terus hidup dalam ingatan warga dan pemerintah Kota Bogor. (Nicko)

