News

Sejarah Baru, Polri Gelar Upacara Hari Juang di Surabaya

×

Sejarah Baru, Polri Gelar Upacara Hari Juang di Surabaya

Sebarkan artikel ini
hari juang polri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (KIS/Aris MP)

KITAINDONESIASATU.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan mengukir sejarah. Untuk pertama kali Korps Bhayangkara akan menggelar upacara Hari Juang Polri di depan Monumen Perjuangan Polri di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu mendatang 21 September 2024.

“Momen itu bersejarah, tak terlupakan untuk kepolisian Indonesia,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, pada Minggu 18 Agustus 2024 di Jakarta.

Dia katakan, sejarah mencatat pada saat peristiwa itu para anggota Polisi Istimewa, sebelumnya bernama Tokubetsu Keisatsutai, di bawah pimpinan Inspektur Polisi Kelas 1 Moehammad Jasin, melakukan upacara pembacaan teks Proklamasi Kepolisian.

Peristiwa itu bermula, katanya, usai proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan 17 Agustus 1945, Menteri Negeri Otto Iskandar Dinata menetapkan status polisi masuk ke dalam kekuasaan pemerintah Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, M Jasin sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya mengadakan rapat bersama anggota lainnya membahas kedudukan polisi setelah proklamasi kemerdekaan.

“Kemudian disepakati untuk menyatakan sikap kesetiannya kepada Negara Republik Indonesia dengan menyusun teks Proklamasi Polisi,” ujarnya.

Di bawah kibaran merah putih, sekitar 250 orang anggota Kesatuan Polisi Istimewa berkumpul di halaman Markas Polisi Istimewa di Surabaya. M Jasin membacakan teks Proklamasi Polisi.

Usai pembacaan teks proklamasi polisi, katanya, M Jasin memberikan perintah agar melaksanakan pawai siaga dengan menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur yang membuat penjajah Jepang pada saat itu ketar-ketir.

Hal inimenjadi momentum seluruh polisi di negeri ini Bersatu dengan nama Polisi Republik Indonesia yang terlepas dan diperalat oleh penjajah Jepang pada saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *