News

Sejak Perang Gaza, Rating Israel Turun dan Menyedot Biaya Mencapai Rp  411,3 Triliun

×

Sejak Perang Gaza, Rating Israel Turun dan Menyedot Biaya Mencapai Rp  411,3 Triliun

Sebarkan artikel ini
perang gaza
Kementerian Keuangan Israel menyebut biaya langsung membiayai perang di Gaza hingga Agustus diperkirakan mencapai Rp 411,3 triliun. (Ist)

Kementerian Keuangan Israel optimis ekonomi mereka akan kembali kuat dan peringkat utang bisa pulih setelah perang berakhir

Selama ini, pembeli obligasi Israel terbesar adalah dana pensiun atau manajer aset besar yang tertarik dengan peringkat utang negara yang relatif tinggi. 

Sebagian investor ini sudah menyampaikan minat untuk melepas obligasi Israel. Sebagian dari investor tidak berminat membelinya karena kekhawatiran mengenai implikasi ESG (environment, social, dan good governance) terkait cara perang dijalankan.

Bank sentral Norwegia, Norges Bank, telahh menjual sebagian kecil kepemilikan obligasi pemerintah Israel pada 2023 karena meningkatnya ketidakpastian di pasar.

“Nilai valuasi (obligasi Israel) mencerminkan apa yang kini menjadi kekhawatiran investor,” kata Trang Nguyen, Kepala Strategi Kredit Pasar Berkembang Global di BNP Paribas.

Pemerintah Israel menegaskan obligasi pemerintah masih banyak peminat, terutama dalam negeri sehingga aman. Data menunjukkan pasar obligasi dalam negeri Israel memang cukup dalam tetapi asing mulai kabur.

Data dari bank sentral menunjukkan bahwa porsi obligasi yang dimiliki investor asing kini berada di 8,4%, atau 55,5 miliar shekel, pada Juli 2024.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dari 14,4%, atau hampir 80 miliar shekel pada September 2023 atau sebelum perang melawan Hamas meletus.

“Institusi Israel membeli lebih banyak dalam beberapa bulan terakhir sementara investor global menjual obligasi karena geopolitik dan ketidakpastian,” kata seorang pejabat kementerian keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *