KITAINDONESIASASTU.COM – Kecelakaan maut mengguncang Simpang Kampus Unisma, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (29/7) pagi. Sebuah truk wing box diduga mengalami rem blong sebelum menghantam deretan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. Insiden mengerikan itu menewaskan seorang pengemudi ojek daring dan menyebabkan sembilan orang lainnya menjadi korban.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Gefri Agitia, mengungkapkan korban meninggal dunia bernama Sukanta (42), seorang pengemudi ojek daring yang beralamat sesuai KTP di Matraman, Jakarta Timur, namun tinggal bersama istrinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
“Total korban berjumlah 10 orang. Satu orang meninggal dunia, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi,” ujarnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB ketika truk boks Isuzu bernomor polisi B-9916-TXT yang dikemudikan Jones R. Leatemia melaju dari arah selatan menuju utara. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kendaraan berat tersebut diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman sesaat sebelum memasuki persimpangan.
Tak mampu dikendalikan, truk langsung menerjang barisan sepeda motor yang tengah berhenti menunggu lampu lalu lintas. Benturan keras membuat satu pengendara tewas di lokasi kejadian, sementara korban lainnya langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.
Korban luka berat diketahui bernama Nur Jamilah (51) yang kini menjalani perawatan intensif di RS Siloam Bekasi.
Sementara itu, Saiful Qomari (37), Tomiy (24), dan Muhammad Fathurrohman Al Jaziri (21) dirawat di RSUD Kota Bekasi. Tiga korban lainnya, yakni Salza Maylia Zukriansyah (26), Eka Sari Effriyanty (49), dan Taufik Hidayat (34), mendapatkan perawatan di RS Mitra Timur.
Adapun dua korban lain, Erlis Dwi Setiowati (44) dan Inggrid Selvia Gita (19), yang sempat dirawat di RS Bakti Kartini, telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sopir truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan, sementara petugas terus melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kami masih melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan ini,” kata Gefri.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan kecelakaan terjadi pada jam sibuk ketika arus kendaraan dipenuhi warga yang berangkat bekerja. Menurutnya, sebagian besar korban merupakan masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pagi, termasuk korban meninggal yang saat itu tengah mencari nafkah sebagai pengemudi ojek daring.
Insiden tragis ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keselamatan kendaraan berat di jalan raya, terutama dugaan kegagalan sistem pengereman yang berpotensi memicu kecelakaan fatal di tengah padatnya lalu lintas perkotaan. (*)
