KITAINDONESIASATU.COM- Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Melalui program kolaborasi tersebut, sebanyak 204 unit rumah di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, diperbaiki secara bertahap bagi warga yang belum memenuhi kriteria penerima bantuan RTLH pemerintah.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi bentuk sinergi nyata dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
“Dan alhamdulillah, Yayasan Buddha Tzu Chi mau membantu. Tadi kita melihat beberapa rumah sebagai sampel atau contoh. Perbedaannya sangat jauh, dari sebelum dan sesudah diperbaiki. Jadi, saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim, Senin 29 Juni 2026.
Pemkot Bogor Targetkan 24 Ribu RTLH dalam Lima Tahun
Pada tahun 2026, Pemkot Bogor menargetkan perbaikan 1.100 unit rumah melalui pendanaan APBD. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui dukungan APBN, yayasan, maupun program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan target penanganan mencapai 24.000 unit RTLH dalam lima tahun.
Selain program RTLH, Pemkot Bogor juga menyiapkan program bedah rumah bagi hunian yang mengalami kerusakan berat. Setiap unit rumah akan dibangun kembali dengan anggaran sebesar Rp100 juta.
“Jadi kalau Rp100 juta kan kelihatan. Kalau Rp20 juta atau Rp11 juta, ya kelihatan sedikit. Tapi kalau Rp100 juta pasti akan lebih lengkap, dapurnya, kemudian kamar mandinya. Jadi, ada berbagai macam intervensi yang kita lakukan untuk perbaikan rumah tidak layak huni,” ungkapnya.
Disperumkim: Perbaikan RTLH 2026 Capai Lebih dari 2.050 Unit
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaki, menjelaskan bahwa secara keseluruhan perbaikan RTLH pada tahun 2026 mencapai lebih dari 2.050 unit rumah.
Menurutnya, kualitas pembangunan akan terus ditingkatkan, termasuk penggunaan material yang lebih tahan lama dan sehat bagi penghuni.
“Contohnya, nanti plafon tidak lagi menggunakan triplek ataupun gipsum. Kenapa? Supaya lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih awet. Misalnya diganti menggunakan PVC yang masa pakainya lebih lama. Penghawaan dan pencahayaan rumah juga akan kita tata agar lebih terang dan lebih sehat,” ucapnya.
Prioritaskan Rumah Rusak Berat
Program bedah rumah diprioritaskan bagi rumah dengan kondisi rusak berat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Selain itu, rumah yang dihuni penyintas TBC, HIV, maupun penyakit lainnya termasuk malaria juga menjadi prioritas.
“Tapi yang pasti kondisinya rusak berat dan masuk desil 1 atau 2. Sementara ini, insyaallah akan dilaksanakan masing-masing satu rumah di setiap kecamatan. Mudah-mudahan pada semester kedua program ini sudah bisa segera dieksekusi,” ujarnya.
Kolaborasi antara Pemkot Bogor dan Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.



